Subhanallaaaah,….

May-21-2010 By leodonnie007

Malik Badri melaporkan hasil penelitian Al Qadi di Florida, Amerika

Serikat. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan al Quran, seorang muslim, baik mereka yang berbahas Arab mauppun yang bukan, mampu merasakan perubahan fisiologis yang besar, seperti penurunan depresi, kesedihan, bahkan dapat memperoleh ketenangan dan menolak berbagai macam penyakit. Penemuan Al Qadi ini diperoleh dengan bantuan peralatan elektronik mutakhir untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kuit terhadap aliran listrik. Penemuan ini menunjukkan bahwa bacaan al Quran berpengaruh besar (hingga 97%) dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan oleh Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap lima

orang sukarelawan yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Kelima orang

tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi

tahu bahwa yang akan diperdengarkan adalah al Qu;an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan al Quran secara tartil, dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari al Quran.

Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan al Quran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan

bahasa Arab yang bukan dari al Quran.

Al Quran juga

memberikan pengaruh yang besar jika diperdengarkan kepada bayi, daripada

memperdengarkan dengan musik klasik. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati

dari Malaysia dalam Seminar

Konseling dan Psikoterapi Islam” di Malaysia

pada tahun 1997. Menurut peneltiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya

diperdengarkan ayat-ayat al Qur;an dari tape recorder menunjukkan respon

tersenyum dan menjadi lebih tenang, subhanAllah.

Kenapa bisa

demikian? Ternyata ada keterkaitan yang sangat erat antara meditasi dengan al

Qur;an,seperti dalam sebuah makalah Ustadz Yusri “Meditasi dengan al

Quran

Selama ini,

praktik meditasi dalam ritual keagamaan seolah-olah hanya ada pada ajaran agama

Budha. Padahal, meditasi juga pernah dilakukan Rasulullaah saw dengan

kepribadian Islam tersendiri, baik ketika beliau sebelum maupun sesudah

diangkat menjadi nabi dan rasul, yang pada saat itu disebut dengan berkhalwat

dan tahannuts. Beliau melakukan meditasi di Gua Hira, ketika menghadapi

masalah yang menimpa diri dan umatnya.

Fakta bahwa

meditasi bisa mengurangi kecemasan, juga telah diselidiki oleh para sarjana

Barat, seperti pada penyelidikan Zen Meditation, dan kemudian pada

penyelidikan Trancendental Meditation. Tetapi, kajian di Barat juga

telah membuktikan 33% hingga 50% mereka yang melakukan meditasi tanpa teknik

yang betul akan mengalami peningkatan dalam tekanan darah, stres, kemurungan

serta mudah marah. Oleh karena itu, jika benar-benar ingin mendalami meditasi,

pastikan kita dilatih oleh mereka yang benar-benar mahir dan berpengalaman

serta mampu memberi penjelasan untuk setiap keadaan. Atau ikuti langkah kedua:

meditasi ala Islam.

Dalam meditasi

Islam (meditasi dengan al Quran), perkara yang harus diperhatikan ialah

bagaimana mereka dapat menemukan makna dan tujuan hidup yang memberikan sense

of direction, yang ujungnya mampu mengatasi berbagai masalah,serta

meningkatkan produktivitas dan kesehatan.

Lalu, seperti

apa meditasi dengan al Qur;an itu?

Salah satu unsure yang dapat dikatakan dikatakan meditasi dalam al Quran adalah autosugesti, dan hukum-hukum bacaan (tajwid, seperti waqof dan yang lainnya).

Autosugestisebagai olah ketenangan, sedang waqof dan hukum bacaan lainnya adalah olah pernafasan. Jarang seorang Muslim berpikir kenapa setiap kali selesai tilawah (membaca al Quran), tahu-tahu jiwa dan raga menjadi lebih enak. Ya, karena tajwid, waqof, memang diatur sesuai fitrah manusia. Maka, Maha

Suci Allah, itulah efek yang sesuai dengan sunnatullaah, bisa didapat tanpa

orang memahaminya, karena bersifat tindakan, melalui bacaan atau tindakan.

Bisakah kita melakukan meditasi seperti ini dengan aman, melalui bacaan atau

tindakan selain al Quran?

Masih ingatMusailamah al Kadzab, sosok yang membuat syair tentang gajah dan katak, lalu dinyatakannya sebagai penanding al Quran? Sampai sekarang jika kita membacanya, bukan hanya lisan, hati pun akan tertawa. Itulah makna tantangan dari Allah swt.

Bahkan merekamengatakan: “Muhammad Telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah:

“(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat

yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya)

Add A Comment